Thursday, July 24, 2008

Peresmian Masjid Agung Baitun-Nur

4 Juli 2008, di Calgary, Alberta, Canada.

Huzur menyampaikan Khutbah Jumah dari Masjid Agung Bait-un-Nur yang baru selesai dibangun di Calgary, Canada. Huzur bersabda, meskipun
Masjid ini telah diresmikan dengan dengan Salat Berjamaah pada beberapa saat yang lalu, namun pembukaan secara resminya dimulai dengan Khutbah Jumah ini. Huzur bersabda, Jamaat Canada mendambakan untuk dapat memiliki sebuah Masjid di Calgary ini sejak lama. Namun, seperti sudah menjadi kehendak Ilahi, seandainya mereka dapat membangun pada waktu itu, sangat boleh jadi tidak akan mampu membangun Masjid sebesar dan seindah ini.



Huzur bersabda, ketika sampai di Bandara Calgary kemarin, beliau disambut oleh Walikota dan sejumlah Menteri Provinsi yang memuji-muji keindahan Masjid ini. Akan tetapi, pada waktu itu Huzur belum melihat Masjid ini. Namun tak lama mobil rombongan menuju ke arah lokasi Masjid, terlihatlah menara dan kubahnya yang besar dari kejauhan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memudahkan Jamaat Canada berhasil membangun Masjid ini dengan total biaya 15 Juta Dollar Canada. Ini memang mega project yang telah berhasil dirampungkan oleh Jamaat ini. Huzur bersabda, beliau menerima beberapa surat dari mereka yang telah berjanji akan ikut menyumbang tetapi dikarenakan satu dan lain hal, belum dapat melunasinya. Oleh karena itu mereka mohon doa Huzur agar dapat memenuhi janji mereka. Huzur bersabda, dengan karunia Allah Swt, Jama’at ini telah dapat memberikan pengorbanan besar untuk terwujudnya Masjid ini. Semoga Allah Swt memberi ganjaran pahala yang berlipat ganda kepada mereka yang telah memberikan sumbangannya; dan semoga pula Allah memberkati penghasilan mereka yang dilanda kecemasan karena belum dapat melunasi perjanjian mereka.

Huzur bersabda, pembangunan Masjid ini membuktikan bahwa meskipun hidup di negara-negara Barat, para anggota Jamaat senantiasa berlomba-lomba ikut berpartisipasi dalam pembangunan berbagai masjid. Sebagai informasi umum, bangunan Masjid besar ini terdiri dari Ruang Utama, Ruang Serba Guna, Ruang Resepsi, Fasilitas Akomodasi, dan Ruang-ruang Perkantoran untuk organisasi Badan-badan Jamaat. Meskipun Masjid ini untuk sementara sudah cukup untuk memenuhi keperluan berbagai kegiatan Jamaat, namun semoga Allah Swt menambahkan berbagai karunia-Nya sesuai dengan meningkatnya kebutuhan kita, dan dapat mempersembahkan berbagai masjid lainnya.

Sesungguhnya, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. telah bersabda berkenaan dengan pembangunan masjid-masjid, adalah penting untuk menampung semakin berkembangnya Jamaat. Semoga Allah menjadikan Masjid ini dapat memenuhi tujuan hakikinya dan semoga pula proses menuju hal ini terus berkelanjutan. Selanjutnya Huzur membacakan ikhtisar berbagai tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. berkenaan dengan pentingnya membangun masjid. Huzur bersabda, di zaman kini, keberadaan sebuah masjid di dunia Barat sudah barang tentu dapat menarik perhatian masyarakatnya kepada Islam. Di saat berbagai aksi anti-Islam merebak, masjid-masjid kita hendaknya mampu memancarkan kedamaian dan kekompakan yang dapat menarik hati para penentang. Merujuk kepada sabda-sabda Hadhrat Masih Mau'ud a.s., masjid dibangun semata-mata demi untuk menarik keridhaan Allah, tidak tercampur oleh unsur pribadi di dalamnya, sama sekali tidak untuk sesuatu keburukan, yang tentu saja mustahil dilakukan, karena kita adalah pengikut seorang hamba sejati Rasulullah Saw yang kedatangannya ke dunia untuk mendekatkan manusia kepada Tuhan.
Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, barang siapa yang mendahulukan kepentingan agama di atas pertimbangan duniawi dan ikhlas dalam pengkhikdmatannya demi lillahi Taala, maka mereka itulah yang memperoleh qurb-Ilahi. Huzur bersabda, kewajiban terhadap sebuah masjid terpenuhi apabila jamaahnya melaksanakan Salat berjamaah di dalamnya. Jika hal ini dilakukan dengan intensif, niscaya akan ada saling mengasihi dan kompak harmonis satu sama lain. Fungsi sebuah masjid dapat terpenuhi apabila jamaahnya memenuhi haququllah dan haququl-ibad. Jika tidak, sebagaimana demikian banyaknya masjid di seluruh dunia namun tidak memenuhi tujuan didirikannya. Masjid-masjid seperti itu adalah milik mereka yang menolak Imam Zaman mereka. Demikianlah kaum ghair-Jamaat telah terang-terangan memperlihatkan masjid-masjid mereka sudah kosong dari kecintaan dan kedamaian, sebagaimana yang dapat diberikan oleh masjid-masjid kita. Hal ini sesuai dengan nubuatan Rasulullah Saw, bahwa akan tiba Saatnya ketika Islam hanya tinggal namanya, Qur’an tinggal kata-katanya, Masjid-masjid terlihat penuh, namun kosong dari petunjuk; Ulamanya menjadi makhluk yang sejahat-jahatnya di kolong langit. Fitnah akan keluar dari mulut mereka yang akan kembali ke diri mereka sendiri. Huzur bersabda, kita sungguh beruntung sebagai kaum Ahmadi yang telah baiat kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Oleh karena itu senantiasalah memeriksa diri dan berikhtiar untuk memenuhi haququllah dan haququl ibad. Huzur bersabda, sekedar membangun sebuah masjid yang besar dan indah saja tidaklah cukup. Hiasan lampu-lampu yang mahal di dalamnya akan percuma. Keagungan bangunannya yang terlihat dari kejauhan menjadi percuma apabila ternyata memenuhi nubuatan Rasulullah Saw, bahwa umat akan membangun masjid-masjid besar-besar nan indah, namun kosong dari petunjuk. Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, sebuah masjid tidak harus dibangun dengan bahan-bahan yang kuat/mahal. Lihatlah Masjid Nabawi yang awalnya dibangun dengan bebatuan sederhana dan ikatan lumpur. Akan tetapi dapat berdiri tegak selama beberapa waktu lamanya. Ini disebabkan fondasinya dibangun dengan dasar ketakwaan yang demikian kuat. Huzur bersabda, kita pun memiliki berbagai masjid yang sederhana di Afrika, namun sanggup menjadi fasilitas pembangun Jamaat yang kuat. Huzur bersabda, kita membangun berbagai masjid yang disesuaikan dengan situasi setempat; dan juga untuk memikat hati manusia. Masjid ini pun dimaksudkan untuk itu. Masjid ini telah menjadi pusat perhatian masyarakat. Mudah-mudahan demikian seterusnya. Namun hendaknya pula diingat akan kewajiban penting sesudahnya, ialah memakmurkannya dengan jamaah yang suci, shalih, dan muttaqi; yang rajin beribadah kepada Allah, dan takut kepada-Nya. Berusaha memenuhi haququl-ibad, dan perilakunya sesuai dengan aturan nizam Jamaat.

Huzur bersabda, Masjid-masjid kita, kita bangun sesuai dengan yang dikendaki oleh doa-doa Nabi Ibrahim a.s.; sebagaimana pada ayat 126, Surah Al-Baqarah:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ 2:126

yang terjemahannya, ‘Dan ingatlah saat ketika Kami menjadikan al-Bait sebagai tempat ziarah bagi umat manusia dan tempat yang aman; dan membawa engkau ke maqom (tempat) Ibrahim sebagai tempat Salat. Dan Kami perintahkan Ibrahim dan Ismail, 'Sucikanlah Bait-Ku untuk mereka yang bertawaf, dan bagi mereka yang beribadah di dalamnya, dan bagi mereka yang ruku serta sujud dalam Salat mereka'.
Huzur bersabda, Masjid ini dibangun dengan suatu pengorbanan yang besar, oleh karena itu janganlah menjadikannya semata-mata sebagai suatu bangunan yang indah belaka. Keindahan Masjid ini akan tampak bila jamaahnya datang melaksanakan Salat lima waktu; sehingga memperoleh berkat yang digaransi oleh Rasulullah Saw, yakni mereka yang akan terjaga di dalam satu Salat ke waktu Salat berikutnya, dan dari satu Salat Jumat ke Salat Jumat minggu berikutnya.

Huzur bersabda, di situlah terletak kedamaian untuk dirimu dan tempat dirimu bermukim. Merujuk kepada ayat yang tadi dibacakan, Huzur bersabda, yang dimaksud 'maqom' Ibrahim di sini adalah 'maqom/ketinggian derajat ketaqwaan' dan pengorbanan beliau.
Huzur kemudian membacakan satu wahyu yang diterima oleh Hadhrat Masih Mau'ud a.s., pada mana Allah Swt menyebut beliau sebagai Ibrahim [...salamun ala Ibrahima safainahu wa najainahu minalhamd, wat-takhidzu mim-maqomi Ibrohima mushalla, qulrabbi la tujjarni warkum wa anta warisin]. Hal ini menunjukkan, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan beliau, melainkan akan dikaruniai anak keturunan yang besar sebagaimana Nabi Ibrahim a.s.. Yakni, manakala Alquran menyebutkan ‘maqom Ibrahim' hal ini pun dimaksudkan apabila umat Islam sudah terpecah menjadi berpulu-puluh firqah, maka seorang ‘Ibrahim’ pun akan datang. Huzur bersabda, itaat sepenuhnya kepada 'Ibrahim' [Akhir Zaman] ini sangat diperlukan agar manusia memperoleh keselamatan. Huzur bersabda, setiap Ahmadi hendaknya memperhatikan hal ini sepenuhnya, ialah, keitaatan yang sempurna kepada beliau adalah dengan cara melaksanakan 10 (Sepuluh) Syarat Baiat. Hanya dengan cara inilah kita dapat dikategorikan sebagai anak keturunan rohani Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sebagai Ibrahim Akhir Zaman.

Huzur bersabda, adalah tugas kita untuk senantiasa membangun masjid-masjid sesuai dengan kemampuan dan untuk mengelolanya agar dapat memikat dunia kepada Islam. Dan juga sebagai tempat untuk mengorbankan anak keturunan kita demi agama, sehingga selamanya akan ada generasi yang menyeru kepada Taihid Ilahi, di seluruh dunia.

Huzur bersabda, perhatikanlah fakta seruan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. agar peribadatan dan pengkhidmatan kita sesuai dengan contoh yang telah beliau, Ibrahim Akhir Zaman telah lakukan. Huzur bersabda, keselamatan kita memang tergantung kepada keitaatan sepenuhnya kepada ajaran seorang wujud Hakaman Adalan Akhir Zaman ini. Jangan pernah berkompromi dengan sesuatu keyakinan lainnya. Keyakinan kita adalah seluruh jantung hati kita dibandingkan dengan hal lain yang tidak kekal. Keyakinan kita adalah keyakinan terhadap kebenaran nubuatan Hadhrat Rasulullah Saw, bahwa beliau itulah, yakni Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani adalah Imam Mahdi / Al-Masih Sang Juru Selamat yang sejati. Maka sekali kita berbaiat kepada beliau wajiblah kita itaat sepenuhnya. Kadangkala ada setengah orang yang dikarenakan pertimbangan duniawi, menomor-duakan keyakinan mereka kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Padahal beliau a.s. bersabda, barang siapa yang menunjukkan sesuatu kelemahan dalam keimanan mereka, termasuk ke dalam kategori pengkhianat.

Huzur bersabda, salah satu contoh kelemahan yang tampak meningkat dan menurut pandangan beliau disebabkan lemahnya keimanan, adalah masalah pernikahan yang seharusnya membawa hikmah kebaikan; oleh karena itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Di dalam Islam, para janda pun diperintahkan untuk segera menikah lagi, umat diperintahkan agar jangan menghalang-halangi. Akan tetapi, amal shalih ini menjadi suatu ujian bagi setengah orang Ahmadi; aturan nizam Jamaat tidak dapat dipersalahkan. Hal ini terjadi ketika seorang pria Ahmadi menikahi seorang wanita ghair. Untuk menghindari sanksi dari Jamaat dan juga untuk menyesuaikan diri dengan keluarga si wanita, ia melakukan pernikahannya dengan ulama ghair-Ahmadi. Huzur bersabda, akibat kesalahannya ini, baiatnya kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dibatalkan. Ini dikarenakan pernikahannya dilaksanakan oleh mereka yang menolak kebenaran Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Huzur bersabda, kehormatan seseorang akan terusik apabila kemuliaan nama bapaknya terhina. Akan tetapi mengapa demi untuk mempertahankan kemuliaan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. mereka tak hendak melakukannya. Padahal, orang semacam itu bisa meminta izin kepada Pengurus dan pernikahannya dilakukan oleh pengurus Ahmadi. Mereka pun hendaknya memeriksa diri, alih-alih mengikuti contoh ajaran Rasulullah Saw tentang pernikahan yang seharusnya dilakukan dan bertujuan taqwa, mereka memilih harapan-harapan kosong.

Huzur bersabda, begitu pun wanita Ahmadi yang menikah dengan ghair, meskipun awalnya mereka tidak berniat anak-anaknya nanti tumbuh di luar tarbiyyat Ahmadiyah, namun pada akhirnya mereka gagal. Huzur bersabda, oleh karena itu setiap orang Ahmadi hendaknya memegang teguh keimanannya di atas pertimbangan duniawi. Huzur bersabda, hendaknya pula diingat, manakala tindakan disiplin dikenakan terhadap mereka yang melanggar aturan Jamaat, mereka mentaatinya, meskipun menderita sangat.
Huzur bersabda, sebuah masjid adalah sumber kedamaian, akan tetapi sangat disayangkan apabila ada setengah orang yang tidak memenuhi haququl-ibad meskipun mereka rajin datang ke masjid. Hadhrat Masih Mau'ud a.s. tak henti-hentinya mengingatkan hal ini, namun sungguh disayangkan apabila masih ada setengah orang Ahmadi yang meluputkan diri mereka dari ajaran mulia ini. Huzur bersabda, kadangkala ada pula pengurus Jamaat yang bersikap tidak adil. Mendukung mereka yang berada di pihak yang salah. Maka orang semacam ini pun tidak mengindahkan janji Baiat mereka. Tidak melaksakan amanat yang dipercayakan kepada mereka. Mereka itu pun tergolong sebagai pengkhianat.

Huzur mendoakan, semoga Allah memudahkan setiap orang Ahmadi untuk melaksanakan berbagai kewajibannya segera setelah mereka menyatakan diri masuk ke dalam Jamaah Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ini. Dan semoga pula kita senantiasa dapat membangun masjid-masjid untuk beribadah sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah Saw, dan sebagaimana pula didambakan oleh Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Semoga kita hidup dalam saling mengasihi dan kompak-harmonis. Dan Masjid yang mampu meningkatkan kecintaan kita beribadat kepada Tuhan. Mempersatukan kita, dan senantiasa mendahulukan keimanan.
Huzur bersabda, sebagaimana berbagai tali perhubungan baik dapat terbina melalui sebuah masjid, maka kita pun hendaknya dapat melaksanakan syiar tabligh Islam Ahmadiyah ke seluruh dunia tidak hanya dengan kata-kata, melainkan juga dengan karya nyata. Melalui inilah terletak kemajuan Jamaat. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk melaksanakannya.

transltByMMA/LA070608
Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.